Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh!
Halo semua! Salam kenal, namaku Zaharani Awandana. Kalian bisa
panggil aku Rani.
Nah, pada kesempatan kali ini aku akan memberikan ringkasan
singkat tentang apa sih cake emulsifier
itu? Apa kegunaannya? Apa perbedaannya? Dan perlu banget gak sih kita pake cake emulsifier untuk adonan kue kita? Oh
iya, untuk awal ini aku cuma membahas tentang tiga cake emulsifier yang biasa kita temuin di pasaran aja ya, sisanya
mungkin next time. Oke tanpa
berbasa-basi lagi, let’s check this out! Ini tugas pertamaku membuat blog dari kampus, klik untuk tau lebih jauh tentang kampusku.
PENGERTIAN CAKE
EMULSIFIER
Hmm… kalau menurut Wikipedia emulsifier itu suatu zat pengemulsi yang berfungsi untuk membantu
menjaga kestabilan emulsi minyak dan air. Nah, kira-kira kalian udah terbayang
kan ya? intinya emulsifier itu bahan tambahan untuk menstabilkan dua zat yang
berbeda antara minyak/lemak dan air atau singkatnya sih penyatu dan penstabil
adonan, tapi dalam konteks ini pengemulsinya untuk kue ya.
Mungkin kalian banyak mendengar, apalagi buat kalian yang
suka buat kue, yang baru-baru banget pengen belajar bikin kue, atau yang suka
baca-baca resep bikin bolu di google atau buku, pasti di beberapa resep kalian
bakalan nemuin si cake emulsifier ini, nah di Indonesia bakalan ada tiga jenis
yang kalian temuin yaitu; SP, TBM, dan
Ovalett.
Mungkin beberapa dari kalian ada yang mikir, “Wah, kok banyak banget? jadi yang bener
yang mana nih?” Sama sih, awalnya aku juga bingung gitu, but, don’t worry, Insyaallah aku bakalan
jelasin ke kalian (yang aku tau aja tapi ya).
1.
SP

Nah, sebenernya pengemulsi yang satu ini jarang
banget aku pake, tapi yang aku tau TBM ini untuk adonan yang step pertamanya pengocokan (whisking) antara mentega dan gula yang
udah tercampur sama telur. Ciri-ciri TBM teksturnya seperti gel dan warnanya
agak kuning tua/bewarna agak oranye. Untuk kandungan si TBM sendiri itu adalah mono dan gliserida tapi kandungan dari si TBM ini lebih kompleks dan
efektifitasnya lebih baik daripada
Ovalett sehingga harga yang ditawarkan pun sedikit lebih mahal daripada
Ovallet.
3. OVALLET

Dan kita sampai pada produk terakhir, ini juga salah satu emulsifier yang jarang aku pake karena gak bias move on dari SP. Kandungannya kurang lebih sama dengan TBM, untuk ciri-ciri Ovalett warna kuningnya dipertengahan antara warna SP dan TBM dan juga warnanya keruh dan tidak bening. Untuk penggunaannya itu digunakan saat pengocokan (whisking) mentega dan telur, fungsi kurang lebih sama dengan SP dan TBM tetapi kue yang dihasilkan teksturnya lembut dan agak sedikit basah.
Yap, segitu dulu penjelelasan dariku, aku tau kalau ini kurang banget karena aku juga masih belajar dan masih mencoba mencari tau sana-sini hehehe… mohon maaf apabila banyak salah kata maupun penyampaiaan ya, semoga bisa bermanfaat ya… oh iya sebelum bener-bener di tutup, coba baca dulu kesimpulan yang dibawah ya ↓↓↓↓↓
KESIMPULAN :
Sebenernya ketiga produk diatas memiliki fungsi yang sama
yaitu ; mengemulsikan, melembutkan, dan mengurangi resiko kegagalan adonan. Dan
bisa juga digunakan dalam pembuatan cake/bolu apapun (hanya untuk kue yang
teksturnya basah dan lembab ya), hanya saja ada beberapa hal kecil yang
membedakan ketiganya, baik dari tekstur, langkah pembuatan, warna produk,
kandungan produk, juga kuantitas penggunaan yang tidak sama.
TIPS DAN SARAN DARIKU
:
- - Dan perlu diingat bahwa cake emulsifier ini hanya BAHAN TAMBAHAN yang jika tidak dipakai pun tidak masalah
- - Cake emulsifier sebaiknya jangan digunakan terlalu banyak karena berdasarkan pengalamanku, sponge cake yang ku buat pernah kempes/turun di bagian tengah karena kebanyakan memberi SP, gunakanalah secukupnya saja.
- - Jika ingin menggunakan salah satu cake emulsifier tapi yang di cari tidak ada, kalian bisa ganti dengan cake emulsifier yang lainnya tetapi menggunakan kuantitas penggunaan yang disesuaikan ya…
Sekian, dariku, Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh…😇😇
SUMBER :

Komentar
Posting Komentar